FGD Integrasi Pendidikan Anti Narkoba dalam Kurikulum Pergutuan Tinggi Penelitian LITAPDIMAS 2025

Palopo –Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo berhasil lolos dalam program penelitian LITAPDIMAS 2025 mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Integrasi Pendidikan Anti Narkoba dalam Kurikulum Perguruan Tinggi” yang digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Palopo. Jum’at, 19 September 2025.

Tim peneliti terdiri dari Hardianto, S.H., M.H. selaku Ketua Peneliti, Muh. Akbar, S.H., M.H. sebagai Anggota Peneliti, dan Hayrul sebagai Pembantu Peneliti. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antar-dosen dalam mengembangkan gagasan strategis bagi dunia pendidikan tinggi.

FGD ini merupakan bagian dari penelitian dosen UIN Palopo periode 2025/2026 yang bertujuan untuk menggali gagasan serta strategi dalam mengintegrasikan pendidikan anti narkoba ke dalam kurikulum perguruan tinggi.

Untuk memperkaya diskusi, LP2M UIN Palopo turut mengundang perwakilan BNN Kota Palopo, Ikes Dwiastuti, S.KM.,M.Epid sebagai narasumber utama. Kehadiran BNN dapat memberikan perspektif praktis terkait upaya pencegahan, penanggulangan, serta strategi pemberdayaan masyarakat kampus dalam memerangi narkoba.

Ketua tim, Hardianto, S.H., M.H. menegaskan bahwa integrasi pendidikan anti-narkoba bukan hanya sebatas wacana, melainkan menjadi langkah nyata UIN Palopo dalam mendukung program nasional pencegahan narkoba sekaligus memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan kurikulum perguruan tinggi.
Melalui FGD ini, diharapkan lahir rekomendasi konkret yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan program studi sekaligus kontribusi nyata UIN Palopo dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait pendidikan anti narkoba di perguruan tinggi.

Tinggalkan komentar